Agen Poker Online - Gerebeg Getuk meriahkan rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Magelang
ke-1113 di alun-alun Kota Magelang, Minggu (28/4/2019).
Tidak hanya
gunungan getuk yang yang menjadi sasaran rebutan warga yang memenuhi
alun-alun Kota Magelang, tetapi juga gunungan palawija dari 17 kelurahan
yang ada di wilayah Kota Magelang.
Ada diantara warga yang sudah menyediakan tas plastik dari rumah
untuk mengikuti gerebeg ini. Ini seperti yang dilakukan seorang warga
dari wilayah Kecamatan Magelang Utara. Bukannya gunungan getuk yang
menjadi sasaran rebutannya, tetapi justru gunungan palawija.
Karena itu ketika pagar besi yang mengelilingi lokasi kegiatan
dibuka, ia langsung menuju ke salah satu gunungan palawija. Dalam waktu
singkat beberapa jenis sayuran, pisang, cabai maupun lainnya sudah
berhasil diambil dari salah satu gunungan.
"Saya memang tidak bermaksud
berebut di gunungan getuk, karena disana sudah banyak orang dan khawatir
kedesak-desak," katanya sambil menunjukkan isi tas yang dibawanya.
Rangkaian acara diawali dengan beberapa kegiatan, diantaranya
fragmen penyerahan "Serat Kekancingan Tanah Perdikan" dari Raja Dyah
Balitung kepada Walikota Magelang di halaman Kantor PDAM Kota Magelang, dilansir dari Agen Poker Online.
Ini sebagai simbol penyerahan estafet kepemimpinan. Walikota Magelang Ir
H Sigit Widyonindito MT bersama istri dan seluruh anggota Forum
Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Magelang menuju ke alun-alun Kota
Magelang dengan naik kereta kencana.
MKV Poker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Bergada Gunungan Palawija 17
kelurahan mengikuti perjalanan di belakangnya. Sebelum gerebeg getuk
dilakukan, di alun-alun Kota Magelang juga ditampilkan sebuah
sendratari.
Selain sepasang gunungan dari getuk, yang merupakan Gunungan
Lanang dan Gunungan Wadon, di tengah alun-alun juga terdapat 17 gunungan
dari 17 kelurahan.
Ketika Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT
dari atas panggung utama memberi aba-aba agar getuknya digerebeg, warga
pun langsung berebut.
Didampingi Sekretaris Daerah Kota Magelang Drs Joko Budiono MM,
Walikota Magelang kepada wartawan diantaranya mengatakan semua sektor
di wilayah Kota Magelang gumregah dan berubah, sadar
bahwa Kota Magelang sebagai kota jasa yang modern, cerdas dilandasi
masyarakat sejahtera dan religius ini harus terus menata diri dan
berbenah diri agar Kota Magelang benar-benar diperhitungkan di distinasi
wisata, mengingat Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam.
Mendatang akan dirumuskan, seiring dengan keberadaan
bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo
Yogyakarta, juga akan adanya jalan tol dari Semarang-Yogyakarta, serta
rencana adanya jalur kereta api.
"Ini harus kita tangkap, kita rumuskan
mulai sekarang, kira-kira distinasi apa yang dapat dipersembahkan,"
katanya. Yang sudah ada akan dikemas menjadi lebih baik lagi, dan semua
itu membutuhkan pendanaan dan waktu untuk menata, tidak bisa langsung
instan. "Kita harus memiliki progres, memiliki mimpi-mimpi untuk menata
itu," tambahnya




Tidak ada komentar:
Posting Komentar