Mkv Poker - Salah satu produk warisan kebudayaan Indonesia, yang tidak perlu diragukan lagi apalagi kalau bukan ragam makanannya.
Setiap daerah memiliki begitu banyak jenis aneka hidangan, baik
hidangan berat ataupun kudapan ringan yang sangat menarik. Termasuk
hidangan dari Aceh.
Adalah 'Mamemek' atau yang lebih populer disebut dengan ‘Memek’,
kudapan khas dari Serambi Makkah yang merupakan salah satu kudapan
unik milik Indonesia. ‘Mamemek’ memiliki arti mengunyah-ngunyah atau
menggigit.
Memek ini diketahui sebagai salah satu makanan khas yang menjadi
primadona dari Kabupaten Simeulue, Aceh. Kudapan ini terbuat dari
campuran beras ketan yang digonseng dan buah pisang.
MKVPOKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Memek yang dimasak dengan cara mencampurkan beras ketan dan
pisang bersama santan yang sudah dipanaskan lalu diberi gula dan garam
ini, kembali ramai jadi perbincangan.
Pasalnya, kudapan yang biasanya memakan waktu proses memasak sekitar
satu jam ini diketahui berhasil lolos untuk ditetapkan sebagai salah
satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Aceh.
Mengutip pernyataan dari situs resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Aceh, Senin (19/8/2019) telah dinyatakan bahwa dari kurang
lebih 11 usulan yang masuk dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Aceh bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB)
Aceh-Sumatera Utara, hanya empat usulan termasuk ‘Memek’ inilah yang
masuk.
Keempat kuliner itu dinyatakan telah memenuhi syarat oleh tim ahli
WBTB untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dalam
sidang penetapan karya budaya yang berlangsung 13 hingga 16 Agustus 2019
di Hotel Millennium, Jakarta.
Maka dari itu, dengan masuknya Memek sebagai satu dari empat
karya budaya yang masuk tersebut. Disebutkan sekarang sudah ada kurang
lebih 34 karya budaya Aceh yang telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda
Indonesia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar