SETIAP negara tentu memiliki makanan dan minuman tradisional dengan keunikannya masing-masing. Kalau Indonesia punya kopi luwak, Spanyol punya angulas, makanan paling mahal yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Secara harfiah, hidangan ini merupakan olahan bayi belut dengan rasa yang sangat hambar.
Tekstur makanan ini cenderung berlending dan mereka terlihat seperti cacing lemas yang disajikan di atas sebuah piring. Lalu, apa yang membuat banyak orang rela membayar ratusan euro hanya untuk menikmati angulas di restoran-restoran mewah?
Tekstur makanan ini cenderung berlending dan mereka terlihat seperti cacing lemas yang disajikan di atas sebuah piring. Lalu, apa yang membuat banyak orang rela membayar ratusan euro hanya untuk menikmati angulas di restoran-restoran mewah?
Menurut sejarah, pada awalnya angulas digunakan sebagai makanan
ternak seperti ayam dan babi. Makanan ini juga pernah menjadi makanan
pokok bagi kaum proletar dan kelas pekerja di Spanyol Utara.

Namun sekarang, angulas dijual dengan harga yang sangat fantastis
senilai Rp17 juta per kg. Ini karena ketersedian angulas yang sangat
terbatas, dan hanya kaum konglomerat saja yang terarik untuk
menikmatinya.
Dibangunnya bendungan sungai, serta degradasi lingkungan dan
penangkapan ikan yang berlebihan, secara tidak langsung memengaruhi
populasi bayi belut ini. Maka tak heran jika harga angulas kini
melambung tinggi dibandingkan beberapa dekade lalu.
Makanan ini mungkin tidak menyuguhkan sensasi kelezatan seperti
olahan churros, tortilla, atau gazpacho. Namun sebagian orang tetap
membeli makanan tersebut untuk menunjukkan status sosial. Mereka seolah
puas menikmati makanan hambar ini di mana kebanyakan orang tidak mampu
membelinya.
“Saya tidak akan mengeluarkan banyak uang untuk membeli makanan
ini (angulas). Mereka tidak memiliki rasa, warna, bahkan tidak memiliki
aroma sama sekali. Tetapi kami memiliki dua orang pelanggan setia yang
selalu memesan setengah kilo angulas (Rp8,7 juta),” tutur Rodrigo Garcia
Foseca, kepala koki Basque, salah satu restoran kenamaan di Madrid.
MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Nah, jika Anda berpikir harga Angulas terlalu mahal, Anda mungkin
akan terkejut mendengar pengalaman Rodrigo pada tahun 2016 lalu.
Menurut pengakuannya, kedua pelanggan tersebut ternyata sempat membeli 1
kg belut berukuran besar yang dibanderol seharga Rp96 juta.
“Ini adalah strategi pemasaran yang baik untuk restoran saya,
serta merupakan sebuah penghargaan tersendiri bagi para nelayan,” kata
Jose Gonzalo Hevia.
“Suasana di lelang pada saat itu sangat menarik. Banyak media
yang meliput. Keesokan harinya, nama restoran saya ada di semua surat
kabar dan semua saluran televisi. Alhasil, beberapa klien saya kembali
20 atau 30 kali dalam satu musim untuk memakan belut,” sambungnya.
Untuk mendapatkan sedikit gambaran bagaimana rasa angulas yang
sebenarnya, Jose mengungkapkan bahwa ia mengolah bayi belut itu dengan
cara menggorengnya dengan minyak zaitun, kemudian ia campurkan dengan
bawang putih dan cabai merah. Sesederhana itu. Demikian dilansir Poker Online.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar