• Breaking News

    Rabu, 05 Desember 2018

    Polemik Asal Usul Cendol, Ini Pendapat Pakar Kuliner William Wongso

    https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 298 1987138 polemik-asal-usul-cendol-ini-pendapat-pakar-kuliner-william-wongso-tX9wh2JNmn.jpg 

    NAMA dari salah satu minuman manis, cendol, beberapa hari ini memang sedang ramai menghiasi pemberitaan.

    Polemik soal cendol ini, awalnya dimulai dari situs CNN Travel yang merilis daftar 50 dessert terbaik di dunia, dan menyebutkan salah satu di dalamnya ialah cendol yang dituliskan sebagai dessert dari Singapura.

    Terteranya cendol asli Singapura yang dinobatkan sebagai salah satu makanan penutup paling lezat di dunia versi CNN tersebut, kemudian diketahui menyulut sebagian netizen Malaysia yang tidak menerima bahwa yang namanya cendol adalah dessert asli Singapura.

    Ditambah memang pada kenyataannya, cendol sendiri dapat dinikmati bukan hanya di Singapura namun juga negara di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. 

    Dilansir Poker Online, Rabu (5/12/2018) tertulis memang bahwasanya sajian pencuci mulut ini dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara, tetapi dengan tambahan satu sendok kacang merah yang dimaniskan, Singapura disebutkan sebagai negara yang sukses membuat makanan penutup klasik ini jadi sangat menggoda.

    Namun entah mengapa, warga Malaysia merasa keberatan jika asal usul cendol dinyatakan berasal dari Singapura. Menanggapi isu ini, beberapa netizen langsung melontarkan protes keras di media sosial.  

     

    "CNN memasukkan cendol sebagai makanan pencuci mulut terlezat di dunia dari Singapura. Aku merasa tersinggung," tulis akun @anas_phoenix.

    MKVPoker - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
    [ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKVPOKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]



    "Dear CNN, cendol sepertinya berasal dari Malaysia atau Indonesia tetapi bukan dari Singapura. Saya rasa penulis artikel ini harus dilarang memakan cendol," tulis yang lainnya.

    Terkait polemik perihal asal usul cendol yang sebenarnya, maka Okezone pun mencoba menghubungi salah seorang senior dalam hal pakar kuliner, William Wongso. Saat ditanya dari mana sebetulnya asal cendol, ini jawaban lugas pria yang akrab disapa Om Will ini.

    “Asal dari mana? Enggak jelas, sebab rata-rata negara di Asia Tenggara ASEAN itu punya cendol memang, Brunei, Burma, Kamboja, Vietnam juga punya. 

    Nah, Indonesia saja punya beberapa versi, versi dari daerahnya sendiri-sendiri. Ada yang hijau, ada yang hitam kayak Purworejo, ada yang Banjarnegara. 

    Cendol juga kan perpaduan dari berbagai jenis tepung, pakai tepung beras, tepung sagu, dan lain-lain. Masing-masing orang punya resep yang berbeda dan menghasilkan tekstur yang berbeda,” jelas William.

    Sehubungan dengan situasi sebagian netizen Malaysia yang memanas, merasa kurang sreg cendol dikatakan sebagai salah satu hidangan dessert asli Singapura. 

    William menilai, kemungkinan dikarenakan pemakaian gula malaka yang memang berasal dari Malaysia.

    “Gula malaka ini salah satu komponen yang menentukan bakal enak atau enggak selain santan. Setahu saya, cendol Singapura itu pakai gula malaka ya Malaysia. Jadi mungkin merasa, lah itu komponennya semua tidak lokal Singapura kok,” tambahnya.

    Nah, mengingat Indonesia juga memiliki cendol, kemudian mengapa masyarakat Indonesia tidak ikut memanas perihal klaim asal cendol ini? Disebutkan pria yang merupakan sahabat karib mendiang Bondan Winarno tersebut, menurutnya karena masyarakat Indonesia cenderung sudah sadar memang Indonesia masih kalah soal promosi.

    “Kita tuh mawas diri, lah ya memang kita masih kalah dalam soal promosi,” tandas William. 

    Judi Poker Online Terpercaya Indonesia | Agen Poker Online | Agen Ceme Terbaik | Judi Domino QQ | Capsa Susun Online
    Ceme Keliling - Texas Poker - Domino Bet - Bandar Ceme - Bandar Capsa - Live Poker - Bandar Blackjack

     Posted By : MKVPOKER | MKVGAMES
    Wechat : mkvplay
    BBM : 559CB6EE
    WA : +855-96-3731-855

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar