Mkvpoker Agen Poker Online - Cokelat merupakan salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang. Konsumen cokelat pun
beragam dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua. Namun
sesungguhnya cokelat itu memiliki berbagai macam warna.
"Selama ini banyak orang berpikir cokelat itu hanya dua warna yakni cokelat
dan putih. Padahal dengan sentuhan kreasi, akan menciptakan warna baru
yang menarik," kata Chef Diana Cahya, salah satu pengarang buku resep
cokelat Spectacolour," Sabtu (27/7/2019).
Chef Diana yang juga seorang food artist mengatakan, ia senang
dengan sesuatu yang berwarna. Saat membuat chocolate art, ia
mengkombinasikannya dengan rempah-rempah seperti kayu manis, dan
lainnya.
MKVPOKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Sementara itu pengarang buku Spectacolour lainnya, Chef Riady Halim
mengatakan, ia senang bermain cokelat dan buah-buahan. "Saat membuat
sebuah warna dalam cokelat, ada tantangan tersendiri."
Sebagai contoh, terang dia, saat menciptakan cokelat berwarna
merah, bahan dasar cokelat yang sudah ada campuran putih dan cokelat,
ditambah dengan warna kuning. Akhirnya warnanya menjadi merah.
"Sebenarnya untuk membuat satu warna baru kuncinya ada di warna
kuning. Dalam buku Spectacolour ada dua resep yang saya tuliskan dan
semuanya ada perpaduan buah-buahan," terangnya.
Sementara Chef Nina Bertha menambahkan, dalam membuat warna
cokelat, warna yang dipilih harus memiliki elemen di dalam produk
pastry. Sebab warna adalah ujung tombak.
"Perlu diketahui, produk pastry berkaitan dengan sesuatu yang cantik.
Selama ini, warna yang cantik dan menarik membuat orang-orang tergoda
untuk mencicipi sebuah cake atau produk pastry lainnya," terangnya.
Keterlibatan tiga chef milenial itu dalam penyusunan buku
Spectacolour, menurut Marketing Manager PT Gandum Mas Kencana (GMK) Sri
Utami sangat diperlukan. Mereka mampu menciptakan resep cokelat yang
bisa jadi referensi anak-anak muda di dunia kuliner.
Di era milenial dalam mengkreasikan makanan cokelat harus lebih
kreatif. Sebab anak-anak milenial menyukai hal-hal baru dan menarik.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar