Mkv Poker Agen Poker Online - Para pencinta drama Korea (drakor), tentu sudah paham betul bahwa sebagian besar makanan yang disajikan pada film berlatar belakang dinasti kerajaan, bukanlah hidangan sembarangan. Bahkan, menurut sejarah, beberapa jenis makanan hanya boleh dikonsumsi oleh anggota kerajaan saja.
Jadi jangan heran bila wisatawan tidak dapat menemukan makanan tersebut saat sedang menyisiri pusat-pusat jajanan di daerah Myeongdong, Korea Selatan.
Tidak perlu khawatir, Han Bok-ryeo selaku chairwoman of the Institute Korean Royal Cuisine yang juga mendapatkan gelar "Human Cultural Asset" dari pemerinta Korea, membeberkan sejumlah resep dan fakta-fakta menarik seputar makanan legendaris Korea dalam bukunya yang bertajuk Jewels of the Palace (2017).
Jadi jangan heran bila wisatawan tidak dapat menemukan makanan tersebut saat sedang menyisiri pusat-pusat jajanan di daerah Myeongdong, Korea Selatan.
Tidak perlu khawatir, Han Bok-ryeo selaku chairwoman of the Institute Korean Royal Cuisine yang juga mendapatkan gelar "Human Cultural Asset" dari pemerinta Korea, membeberkan sejumlah resep dan fakta-fakta menarik seputar makanan legendaris Korea dalam bukunya yang bertajuk Jewels of the Palace (2017).

Buku tersebut
ternyata terinspirasi dari drama Daejanggeum (Jewel in the Palace).
Ditayangkan pertama kali pada 2003 silam, Daejanggeum menceritakan kisah
seorang chef kerajaan bernama Jang-geum pada masa pemerintahan Raja
Jungjong (1505-1544).
MKVPOKER - Agen Poker Online dengan menggunakan uang asli Terbaik dan Terpercaya di Indonesia.
[ BONUS DEPOSIT 10% untuk semua member MKV POKER dengan Minimal Deposit sebesar Rp. 20.000,- ]
Jang-geum harus memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi oleh
keluarga kerajaan memiliki kualitas terbaik dan bercita rasa tinggi.
Drama Korea ini juga didukung oleh latar belakang tempat, kostum, dialog, dan nilai-nilai sejarah yang sangat akurat.
Berkat kecintaannya terhadap Daejanggeum, Han pun bekerjasama dengan
sang produser untuk membuat resep-resep legendaris dalam drama itu.
Menariknya, pada masa pemerintahan Raja Jungjong, orang Korea rupanya
belum mengenal cabai. Han menuliskan bahwa, pada masa itu ada juga
beberapa bahan yang tidak pernah digunakan seperti wortel dan bawang.
Semuanya memang tidak tersedia di Korea.
Metode memasaknya pun terbilang sangat sederhana. Hanya ada dua
cara yang digunakan yakni merebus dan mengukus. Oleh karena itu,
dibutuhkan upaya yang sangat besar untuk membuat semua hidangan di
acara itu terlihat lezat di depan kamera.
"Banyak bahan yang tidak biasa dan langka terpaksa harus diganti.
Mulai dari perut babi dengan tekstur kulit yang tebal, cakar beruang,
hingga daging ikan paus," ujar Han pada bukunya.
Han juga mengungkapkan beberapa detail adegan pada drama tersebut
diambil dengan cara yang tidak mudah. Mereka harus melakukan sesi
pemotretan hingga semalam suntuk, bahkan proses pengidetan seringkali
dilakukan beberapa menit sebelum episode terbaru Daejanggeum disiarkan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar